Pementasan Repro Diksi+Tanda memecahkan rekor pertunjukan tetaer dengan penonton terbanyak di TBSU. (Foto/rel)

Teater Rumah Mata Pecahkan Rekor Penonton Terbanyak TBSU

Medan, SumutOnline-Pertunjukan Teater Rumah Mata  berjudul Repro Diksi+Tanda berhasil memecahkan rekor pementasan dengan penonton terbanyak dalam catatan pertunjukan 10 tahun terakhir di Gedung Utama Taman Budaya Sumatera Utara. 600 penonton mayoritas siswa SLTA mengisi seluruh kursi yang tersedia, sebagian terpaksa duduk di lantai.

“Ini luar biasa, 500 tiket habis dua pekan sebelum acara, kita sudah sampaikan tiket dengan harga 15 ribu untuk hari pertama pertunjukan sudah habis, tapi penonton bahkan rela duduk di lantai asal bisa nonton, jadi kita jual tiket tambahan 100 lagi. Sebagian menggunakan kursi tambahan, sebagian lagi duduk di lantai,” ujar Yose Piliang, Penyelenggara Pekan Peradaban kepada media, Selasa malam (18/9/2018).

Pekan Peradaban dengan konsep menjadi sarana edukasi tentang peradaban masa lampau khususnya sejarah yang ditemukan di Kawasan Situs Kota China berlangsung 18-23 September 2018. Pementasan Repro Diksi +Tanda menjadi pementasan teater artefak pertama di dunia yang mengkisahkan tentang artefak dan situs-situs yang ditemukan serta makna yang harus dijaga dari penemuan-penemuan artefak itu.

“Teater Rumah Mata yang menjadi salah satu peserta duta Teater Sumatera Utara dengan mementaskan Repro-Diksi Tanda, di Pekan Teater Nasional yang dilaksanakan pada 7-14 Oktober 2018, maka Deli Geist Pro bersama Museum Situs Kota Cina dan Teater Rumah Mata menyelenggarakan kegiatan Pekan Peradaban yang berlangsung selama satu pekan 18-23 September 2018, dengan rangkaian edukasi tentang Arkeologi dan Peradaban di Sumatera Utara,” tambah Yose PIliang.

Dalam Kegiatan inj melibatkan ribuan pelajar dan mahasiswa dengan beragam lomba dan pagelaran budaya Melayu, India, Tionghoa, Karo dan Batak adapun rangkaian kegiatan yaitu : Membuat gerabah, Pameran Museum Kota Cina, dan Pementasan Teater Artefak dengan menggambarkan peninggalan peradaban yang tak boleh dibiarkan musnah serta menghadirkan Arkeolog Inggris yaitu Edward MeKinnon, penemu situs kota China.

“Kita malu, warga asing berbondong-bondong datang dan mempelajari sejarah kita lewat temuan artefak-artefak, kita yang punya sejarah justru berdiam diri. Padahal sejarah peradaban masa lalu, menjadi peradaban kita hari ini dan peradaban kita sekarang ini menjadi langkah untuk peradaban anak cucu kita di masa depan,” pungkasnya.

Selama sepekan acara Pekan Peradaban yang dilaksanakan di Taman Budaya Medan, Sumatera Utara ini memiliki jenis pameran unik tentang budaya yang ada di Sumatera Utara seperti Pameran Museum Situs Kota Cina, Pameran Karikatur,  Pameran Gerabah, dan kegiatan lainnya, untuk perlombaan yaitu Belajar membuat Gerabah, Lomba Menggambar, Lomba Mewarnai Lomba Cipta dan baca Puisi, Belajar Membatik, bazaar dan kuliner serta  pementasan Teater Artefak yang berlangsung setiap hari. (rel)

 

Check Also

Pawai Ta’aruf MTQN XXVII Meriah, Dari Perahu Maluku dan Jembatan Ampera

Medan, SumutOnline-Pawai Ta’aruf Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) XXVII di Jalan Diponegoro, Medan, Sabtu (6/10/2018), …