TUSUK KONDE

Selamat sore nenek yang katanya pecinta konde

Hari ini, aku nggak ikut-ikutan marah ama nenek. Karena sesama nenek-nenek dilarang saling mendahului.

Tapi nek, ngingatin boleh ya nek. Nenek tau filosofi konde ? Konde diletakkan di belakang kepala, artinya perempuan itu harus bisa nyimpan rahasia. Perempuan yang selalu tersenyum dan tak menggembar-gemborkan rahasia hidup, adalah perempuan cantik.

Kalo puisi nenek mencerminkan diri nenek sendiri, berarti nenek tak benar-benar memahami filosofi konde. Nenek bahkan merusak citra konde yang elegan………perempuan Indonesia yang santun, menjaga marwahnya dan marwah keluarganya.

Berhubung kita sudah tua nek……..

Sudah saatnya kita ikuti filosofi Beringin.

Makin tua, makin kokoh, makin banyak tanaman yang berlindung di tubuhnya. Nggak cari ngetop…….karena dia terlihat istimewa dengan sendirinya.

Ini kukirim foto-foto beringin di sebuah kuburan seorang ulama Islam di Kabupaten Karo nek.

Mulai dari akarnya yang mencengkram bumi, dia bersahabat dengan tumbuhan lain. Batang-batangnya yang kokoh merangkul benalu-benalu bahkan melindungi lumut-lumut dari matahari.

Dia terlihat begitu garang……tapi sebenarnya sangat lembut hatinya.

Sebagaimana beringin kini sulit didapat, perempuan-perempuan hebat dengan filosofi ini juga makin sulit dicari.

Mudah-mudahan, keajaiban hati mengubah diri nenek menjadi beringin cantik di sudut negeri.

 

Salam,

 

Dari nenek yang tak pandai berkonde #piss